Malam itu berlalu dengan panjang, aku masih saja tak bisa
terpejam. Hingga pagi datang dan dia terbangun. Pagi sekali ibu sudah pergi ke
pasar , aku membereskan rumah . tiba-tiba sebuah tangan kurasakan menepuk
pundakku, saat ku toleh..
“hahahahaha..
selamat ulang tahun !!” teriak adit sambil melempar tepung ke arahku.
Bagaimana
bisa? Bagaimana bisa dia tahu hari ini hari ulang tahunku? Bagaimana bisa dia
menyiapkan semuanya? Tepung itu? Darimana dia mendapatkannya? Bukankah ibu
barusaja pergi ke pasar untuk membelinya.
“eh? Ko kamu tahu ini hari ulang
tahun aku?” tanyaku ketus
“anak cantik jangan ketus-ketus..
nanti jadi jelek, apalagi wajahnya putih-putih,, ihhhh..serem .. hahahaha”
“jadi kenapa? Kok tahu?”
“bukan tahu, itu tepung dek.”
“astaga..” benar-benar bikin nafsu
meledak ini cowok, pikirku..
Akhirnya kuputuskan melempar telur
yang ada di dapur..
“hahahahaha..” tawaku meledak
seketika. Melihat dia berlumurkan telur,, dan baunya tidak seindah bayangan
kalau udah ku goreng nanti siang.
Dia pun berlari mendekatiku, mencoba
memberikan sisa-sisa telur diwajahnya. Aku berlari dan tak sengaja menyenggol
kursi itu, tiba-tiba..
Brugggg...
Tangannya yang sigap menangkap
badanku yang hendak jatuh. Dan dia bersedia menjadi kursi empuk saat aku
terjatuh.
“aww,, sakit tau, “
“laah? Siapa suruh jadi tempat
duduk?”
“eh? Yang bikin sakitnya bukan
jatuhnya, tapi beratnya. Lu berat banget , berdiri sanah!”
“eh iya, maaf”
Pintu pun diketuk, ibu sudah pulang.
“nisa, ibu pulang.”
“iya bu, sebentar.”
Aku segera berlari menuju pintu, dan
saat pintu terbuka. Ibu kaget dan langsung tertawa.
“hahaha,, aduh nisa abis ngapain
kamu, kamu kenapa wajah belepotan kayak gitu, ada teman-temanmu ya?”
“ngga ada bu, tanya aja sama Adit,
aku mau mandi dulu”
Kataku ngeleos aja ke kamar mandi.
“loh? Nak Adit kenapa nak adit bau
amis gini? Itu rambutnya kenapa,.” Kata ibu sambil nahan ketawanya.
“ga kenapa-kenapa bu, tadi cuman
bercandaan sama Nisa, hari ini kan Nisa ulang tahun.”
“loh? Bagaimana nak Adit tahu?
Padahal ibu belum mengucapkan apapun”
“tadi malam aku ga sengaja lihat
buku lapor Nisa di atas kasur, ada nama NISA KHADIJAH di bukunya , ada tanggal
lahirnya juga.”
Memang aku barusaja menerima raport
dari sekolah, dan aku bangga hasilnya 9 semua.
Ibu rencananya mau merayakan ulang tahunku dan
hasil Raportku kemarin.
“baguslah kalo nisa dapat teman baru
seperti nak Adit, pasti Nisa bisa cepat lupa sama luka hatinya”
“luka..?” Adit terperangah.
No comments:
Post a Comment